.post img, table.tr-caption-container { border:none; max-width:560px; height:auto; -o-transition: all 0.5s; -moz-transition: all 0.5s; -webkit-transition: all 0.5s; } .post img:hover { -o-transition: all 0.3s; -moz-transition: all 0.3s; -webkit-transition: all 0.3s; -moz-transform: scale(1.5); -o-transform: scale(1.5); -webkit-transform: scale(1.5); -webkit-border-radius: 0px 0px; -moz-border-radius: 0px / 0px; -webkit-box-shadow: 2px 2px 6px rgba(0,0,0,0.6); }
SELAMAT DATANG DI BLOG PPGT LEATUNG SEMOGA KUNJUNGAN ANDA MENYENANGKAN.... PADA SUDUT KIRI ATAS BLOG INI ADA TOMBOL PAUSE LAGU.. SEBELAH KANAN ATAS ADA TOMBOL DAFTAR LAGU dan DISAMPING KANAN ADA KOTAK CHAT.. TERIMA KASIH.

Allah Selalu Mengasihi Kita Setiap Hari


Seorang detektif polisi Kristen bercerita bahwa suatu hari dia pernah menginterogasi seorang pemuda yang telah melakukan pembunuhan terhadap orang lain. Setelah menyelidiki beberapa kesaksian dari saksi mata yg melihat langsung terjadinya peristiwa tragis tersebut maka sampailah si polisi untuk menanyai pemuda tersebut untuk mengetahui latar belakang atau motifnya. Ditanyakan apakah pemuda itu kenal dan merasa dendam terhadap korbannya? Jawaban si pembunuh itu membuat polisi Kristen ini terkejut karena sang pemuda beralasan bahwa dia melakukannya supaya dunia tahu bahwa dia ADA! Dan dia ingin mendapatkan pengakuan dari orang tuanya bahwa pemuda itu dapat melakukan perkara yang besar! Singkat kata diketahui bahwa selama ini pemuda itu merasa tidak dihargai, tak mendapatkan kasih, selalu disudutkan, ditolak dan dianggap tidak mampu. Hal seperti itulah membuatnya melakukan perbuatan membunuh orang lain.

Setiap manusia di bawah kolong langit ini pastilah membutuhkan penghargaan, kasih, pengakuan dan perhatian. Tapi tidak dapat disangkali bahwa terkadang kita mungkin sebagai anak, orang tua ataupun seorang bawahan tidak pernah mendapatkan atau memberikannya dalam keluarga atau lingkungan kerja kita. Cerita kesaksian polisi Kristen tersebut adalah sebuah bukti semata bahwa betapa dahsyatnya perbuatan seseorang bila merasa “kekurangan” atas hal-hal tersebut. Walaupun secara logika perbuatan tersebut tentunya tak dapat dibenarkan di mata Tuhan maupun tata hukum dunia.

Allah menciptakan manusia tidaklah sembarangan atau dengan kalimat lain, kehadiran seorang manusia di dunia ini pastilah ada alasan ilahi siapapun dia! Setiap manusia memang tak diciptakan sempurna oleh Allah dalam artian memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing baik secara fisik maupun rohani. Namun sebagai umat Kristiani, kita sedini mungkin selalu harus menanamkan Kasih, perhatian, penghargaan terhadap lingkungan terkecil kita yaitu keluarga. Mendidik anak-anak kita dalam Kasih Tuhan akan membuat anak-anak tersebut diajari untuk mengasihi dan peduli terhadap sesamanya sekaligus menghindarkan mereka dari hal-hal negatif yang dapat mencelakakan mereka. Oleh karenanya, percayalah bahwa Tuhan selalu menerima kita dan takkan pernah meninggalkan kita sedetikpun.
Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau” – Ibrani 13:5b

Sumber: Sabda Harian
Continue Reading

Pemuda Kristen (Kisah Marilyn Manson)


Brian Warner adalah seorang remaja Kristen yang pemalu, minder,dan kurang PD. Tubuhnya kurus seperti penggaris dan wajahnyaberjerawat.
Dalam gerejanya, ia termasuk remaja yang tidak pernah mendapat perhatian.Puncaknya ketika kaum muda di gerejanya mengadakan acara refreshing bersamadi sebuah taman hiburan, lagi-lagi Brian harus sendirian, terkucilkan darilingkungannya. Tak satupun orang yang menemaninya atau mengajaknyabicara. Seakan-akan Brian tak pernah ada di situ. Hal itu terlalu menyakitkanbaginya sehingga 3bulan kemudian Brian mundur dari gerejanya.

Bertahun-tahun kemudian remaja yang penuh sakit hati terhadap gereja ini tumbuh menjadi seorang pria yang sangat populer. Ia mengganti nama BRIAN dengan nama seorang cewek yang bunuh diri yaitu MARILYN, kemudian nama WARNER ia ganti menjadi MANSON, yg merupakan nama seorang pembunuh bertopeng. Ia membuat suatu grup band yang sekarang memiliki jutaan fans di seluruh dunia.

Ia adalah Marilyn Manson, seorang yang menyebut dirinya "maha bintang antikris". Marilyn Manson merupakan salah satu bintang rock terheboh abad ini. Prestasinya sebagai pengikut antikris mulai terlihat ketika lagu2nya membuat 2 penggemarnya membunuh teman-teman nya di SMU Columbine Colorado, dan masih banyak pengaruh Manson yang lain merusak generasi.

Kalau saja ada orang yang cukup peduli dengan Brian saat di taman hiburan itu. Kalau saja ada orang yang mau berteman dengannya, paling tidak menyebut namanya.
Kalau saja ada orang yang mengasihinya.
Kalau saja ada orang yang cukup perhatian dengannya, tentu saja Marilyn Manson tak pernah ada di dunia ini, namanya pun tak mungkin kita dengar.

Ini harus menjadi renungan buat kita semua yang mengaku diri sebagai orang Kristen yang penuh kasih. Apakah selama ini kita sudah peduli dengan saudara seiman kita? Jangan sampai kita dikejutkan dengan Marilyn Manson yang baru, yang ternyata adalah bekas anggota gereja kita yg sakit hati dan kecewa atas perlakuan kita.

Sumber: Renungan Motivasi
Continue Reading

Papa Bacain Keras-keras Ya, Supaya Anita Bisa Dengar!!!


Di suatu malam seorang eksekutif sukses, seperti biasanya sibuk memperhatikan berkas-berkas pekerjaan kantor yang dibawanya pulang ke rumah, karena keesokan harinya ada rapat umum yang sangat penting dengan para pemegang saham. Ketika ia sedang asyik menyeleksi dokumen kantor tersebut, Putrinya anita datang mendekatinya, berdiri tepat disampingnya, sambil memegang buku cerita baru. Buku itu bergambar seorang peri kecil yang imut, sangat menarik perhatian anita, “Pa liat”! anita berusaha menarik perhatian Papanya. papanya menengok ke arahnya, sambil menurunkan kacamatanya, kalimat yang keluar hanyalah kalimat basa-basi “Wah,. buku baru ya ta?”,
“Ya papa” anita berseri-seri karena merasa ada tanggapan dari papanya. “Bacain nita dong Pa” pinta anita lembut, “Wah papa sedang sibuk sekali,
jangan sekarang deh” sanggah Papanya dengan cepat. Lalu ia segera mengalihkan perhatiannya pada kertas-kertas yang berserakkan didepannya, dengan serius. Anita bengong sejenak, namun ia belum menyerah. Dengan suara lembut dan sedikit manja ia kembali merayu “pa, mama bilang papa mau baca untuk Nita” Papanya mulai agak kesal, “nita papa sibuk, sekarang Nita suruh mama baca ya” “Pa, mama cibuk terus, papa liat gambarnya lucu-lucu”, “Lain kali Anita, sana! papa lagi banyak kerjaan” Papanya berusaha memusatkan perhatiannya pada lembar-lembar kertas tadi, menit demi menit berlalu, Anita menarik nafas panjang dan tetap disitu, berdiri ditempatnya penuh harap, dan tiba-tiba ia mulai lagi. “Pa,.. gambarnya bagus, papa pasti suka”, “Anita, PAPA BILANG, LAIN KALI!!” kata Papanya membentaknya dengan keras, Kali ini Papanya berhasil, semangat Anita kecil terkulai, hampir menangis, matanya berkaca-kaca dan ia bergeser menjauhi papanya.
“Iya pa,. lain kali ya pa?” Ia masih sempat mendekati papanya dan sambil menyentuh lembut tangan papanya ia menaruh buku cerita di pangkuan sang Papa.“Pa kalau papa ada waktu, papa baca keras-keras ya pa, supaya Anita bisa denger”. Hari demi hari telah berlalu, tanpa terasa dua pekan telah berlalu namun permintaan Anita kecil tidak pernah terpenuhi, buku cerita Peri Imut, belum pernah dibacakan bagi dirinya. Hingga suatu sore terdengar suara hentakan keras “Buukk!!” beberapa tetangga melaporkan dengan histeris bahwa Anita kecil terlindas kendaraan seorang pemuda mabuk yang melajukan kendaraannya dengan kencang didepan rumahnya. Tubuh Anita mungil terhentak beberapa meter, dalam keadaan yang begitu panik ambulance didatangkan secepatnya, selama perjalanan menuju rumah sakit, Anita kecil sempat berkata dengan begitu lirih“Nita takut Pa, Nita takut Ma, Nita sayang papa mama” darah segar terus keluar dari mulutnya hingga ia tidak tertolong lagi ketika sesampainya di rumah sakit terdekat. Kejadian hari itu begitu mengguncangkan hati nurani sang Papa, Tidak ada lagi waktu tersisa untuk memenuhi sebuah janji. Kini yang ada hanyalah penyesalan. Permintaan sang buah hati yang sangat sederhana pun tidak terpenuhi. Masih segar terbayang dalam ingatan sang Papa tangan mungil anaknya yang memohon kepadanya untuk membacakan sebuah cerita,kini sentuhan itu terasa sangat berarti sekali,
“papa baca keras-keras ya Pa, supaya Anita bisa denger” kata-kata Anita terngiang-ngiang kembali. Sore itu setelah segalanya telah berlalu, yang tersisa hanya keheningan dan kesunyian hati, canda dan riang gadis kecil tidak akan terdengar lagi, Sang papa mulai membuka buku cerita peri imut yang diambilnya perlahan dari onggokan mainan Anita di pojok ruangan. Bukunya sudah tidak baru lagi, sampulnya sudah usang dan koyak. Beberapa coretan tak berbentuk menghiasi lembar-lembar halamannya seperti sebuah kenangan indah dari gadis kecilnya. Sang Papa menguatkan hati, dengan mata yang berkaca-kaca ia membuka halaman pertama dan membacanya dengan suara keras, tampak sekali ia berusaha membacanya dengan keras, Ia terus membacanya dengan keras-keras halaman demi halaman, dengan berlinang air mata. “Nita dengar papa baca ya” selang beberapa kata, hatinya memohon lagi “Nita papa mohon ampun nak” “papa sayang Nita” Seakan setiap kata dalam bacaan itu begitu menggores lubuk hatinya, tak kuasa menahan itu sang Papa bersujut dan menangis,memohon satu kesempatan lagi untuk mencintai.
"Seseorang yang mengasihi selalu mengalikan kesenangan dan membagi kesedihan kita, ia selalu memberi perhatian kepada kita karena ia peduli kepada kita. Adakah “perhatian terbaik” itu begitu mahal bagi mereka? Berikan “perhatian terbaik” walaupun itu hanya sekali, bukankah kesempatan untuk memberi perhatian kepada orang-orang yang kita cintai itu sangat berharga ? Maka berikanlah “perhatian terbaik” bagi mereka yang kita cintai. Lakukan sekarang !! Karena hanya ada satu kesempatan untuk memperhatikan dengan hati kita".

Sumber:ebook Kumpulan Motivasi
Continue Reading

Ibu Buta Yang Memalukan Ku


Saat aku beranjak dewasa, aku mulai mengenal sedikit kehidupan yang menyenangkan, merasakan kebahagiaan memiliki wajah yang tampan, kebahagiaan memiliki banyak pengagum di sekolah, kebahagiaan karena kepintaranku yang dibanggakan banyak guru. Itulah aku, tapi satu yang harus aku tutupi, aku malu mempunyai seorang ibu yang BUTA! Matanya tidak ada satu. Aku sangat malu, benar-benar
Aku sangat menginginkan kesempurnaan terletak padaku, tak ada satupun yang cacat dalam hidupku juga dalam keluargaku. Saat itu ayah yang menjadi tulang punggung kami sudah dipanggil terlebih dahulu oleh yang Maha Kuasa. Tinggallah aku anak semata wayang yang seharusnya menjadi tulang punggung pengganti ayah. Tapi semua itu tak kuhiraukan. Aku hanya mementingkan kebutuhan dan keperluanku saja. Sedang ibu bekerja membuat makanan untuk para karyawan di sebuah rumah jahit sederhana.

Pada suatu saat ibu datang ke sekolah untuk menjenguk keadaanku. Karena sudah beberapa hari aku tak pulang ke rumah dan tidak tidur di rumah. Karena rumah kumuh itu membuatku muak, membuatku kesempurnaan yang kumiliki manjadi cacat. Akan kuperoleh apapun untuk menggapai sebuah kesempurnaan itu.

Tepat di saat istirahat, Kulihat sosok wanita tua di pintu sekolah. Bajunya pun bersahaja rapih dan sopan. Itulah ibu ku yang mempunyai mata satu. Dan yang selalu membuat aku malu dan yang lebih memalukan lagi Ibu memanggilku. “Mau ngapain ibu ke sini? Ibu datang hanya untuk mempermalukan aku!” Bentakkan dariku membuat diri ibuku segera bergegas pergi. Dan itulah memang yang kuharapkan. Ibu pun
bergegas keluar dari sekolahku. Karena kehadiranya itu aku benar-benar malu, sangat malu. Sampai beberapa temanku berkata dan menanyakan. “Hai, itu ibumu ya???, Ibumu matanya satu ya?” yang menjadikanku bagai disambar petir mendapat pertanyaan seperti itu.

Beberapa bulan kemudian aku lulus sekolah dan mendapat beasiswa di sebuah sekolah di luar negeri. Aku mendapatkan beasiswa yang ku incar dan kukejar agar aku bisa segera meninggalkan rumah kumuhku dan terutama meninggalkan ibuku yang membuatku malu. Ternyata aku berhasil mendapatkannya. Dengan bangga kubusungkan dada dan aku berangkat pergi tanpa memberi tahu Ibu karena bagiku itu tidak perlu. Aku hidup untuk diriku sendiri. Persetan dengan Ibuku. Seorang yang selalu mnghalangi kemajuanku.

Di Selolah itu, aku menjadi mahasiswa terpopuler karena kepintaran dan ketampananku. Aku telah sukses dan kemudian aku menikah dengan seorang gadis Indonesia dan menetap di Singapura.

Singkat cerita aku menjadi seorang yang sukses, sangat sukses. Tempat tinggalku sangat mewah, aku mempunyai seorang anak laki-laki berusia tiga tahun dan aku sangat menyayanginya. Bahkan aku rela mempertaruhkan nyawaku untuk putraku itu.

10 tahun aku menetap di Singapura, belajar dan membina rumah tangga dengan harmonis dan sama sekali aku tak pernah memikirkan nasib ibuku. Sedikit pun aku tak rindu padanya, aku tak mencemaskannya. Aku BAHAGIA dengan kehidupan ku sekarang.

Tapi pada suatu hari kehidupanku yang sempurna tersebut terusik, saat putraku sedang asyik bermain di depan pintu. Tiba-tiba datang seorang wanita tua renta dan sedikit kumuh menghampirinya. Dan kulihat dia adalah Ibuku, Ibuku datang ke Singapura. Entah untuk apa dan dari mana dia memperoleh ongkosnya. Dia datang menemuiku.

Seketika saja Ibuku ku usir. Dengan enteng aku mengatakan: “HEY, PERGILAH KAU PENGEMIS. KAU MEMBUAT ANAKKU TAKUT!” Dan tanpa membalas perkataan kasarku, Ibu lalu tersenyum, “MAAF, SAYA SALAH ALAMAT”

Tanpa merasa besalah, aku masuk ke dalam rumah.

Beberapa bulan kemudian datanglah sepucuk surat undangan reuni dari sekolah SMA ku. Aku pun datang untuk menghadirinya dan beralasan pada istriku bahwa aku akan dinas ke luar negeri.

Singkat cerita, tibalah aku di kota kelahiranku. Tak lama hanya ingin menghadiri pesta reuni dan sedikit menyombongkan diri yang sudah sukses ini. Berhasil aku membuat seluruh teman-temanku kagum pada diriku yang sekarang ini.

Selesai Reuni entah megapa aku ingin melihat keadaan rumahku sebelum pulang ke Sigapore. Tak tau perasaan apa yang membuatku melangkah untuk melihat rumah kumuh dan wanita tua itu. Sesampainya di depan rumah itu, tak ada perasaan sedih atau bersalah padaku, bahkan aku sendiri sebenarnya jijik melihatnya. Dengan rasa tidak berdosa, aku memasuki rumah itu tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Ku lihat rumah ini begitu berantakan. Aku tak menemukan sosok wanita tua di dalam rumah itu, entahlah dia ke mana, tapi justru aku merasa lega tak bertemu dengannya.

Bergegas aku keluar dan bertemu dengan salah satu tetangga rumahku. “Akhirnya kau datang juga. Ibu mu telah meninggal dunia seminggu yang lalu”

“OH…”

Hanya perkataan itu yang bisa keluar dari mulutku. Sedikit pun tak ada rasa sedih di hatiku yang kurasakan saat mendengar ibuku telah meninggal. “Ini, sebelum meninggal, Ibumu memberikan surat ini untukmu”

Setelah menyerahkan surat ia segera bergegas pergi. Ku buka lembar surat yang sudah kucal itu.

Untuk anakku yang sangat Aku cintai,
Anakku yang kucintai aku tahu kau sangat membenciku. Tapi Ibu senang sekali waktu mendengar kabar bahwa akan ada reuni disekolahmu.
Aku berharap agar aku bisa melihatmu sekali lagi. karena aku yakin kau akan datang ke acara Reuni tersebut.
Sejujurnya ibu sangat merindukanmu, teramat dalam sehingga setiap malam Aku hanya bisa menangis sambil memandangi fotomu satu-satunya yang ibu punya.Ibu tak pernah lupa untuk mendoakan kebahagiaanmu, agar kau bisa sukses dan melihat dunia luas.
Asal kau tau saja anakku tersayang, sejujurnya mata yang kau pakai untuk melihat dunia luas itu salah satunya adalah mataku yang selalu membuatmu malu.
Mataku yang kuberikan padamu waktu kau kecil. Waktu itu kau dan Ayah mu mengalami kecelakaan yang hebat, tetapi Ayahmu meninggal, sedangkan mata kananmu mengalami kebutaan. Aku tak tega anak tersayangku ini hidup dan tumbuh dengan mata yang cacat maka aku berikan satu mataku ini untukmu.
Sekarang aku bangga padamu karena kau bisa meraih apa yang kau inginkan dan cita-citakan.
Dan akupun sangat bahagia bisa melihat dunia luas dengan mataku yang aku berikan untukmu.
Saat aku menulis surat ini, aku masih berharap bisa melihatmu untuk yang terakhir kalinya, Tapi aku rasa itu tidak mungkin, karena aku yakin maut sudah di depan mataku.
Peluk cium dari Ibumu tercinta

Bak petir di siang bolong yang menghantam seluruh saraf-sarafku, Aku terdiam! Baru kusadari bahwa yang membuatku malu sebenarnya bukan ibuku, tetapi diriku sendiri.... 


Semoga Cerita ini bisa memberikan pesan buat kita.

Continue Reading

Kisah Yang Mengharukan


Cerita di bawah ini mengingatkan kita untuk semakin dan mencintai lebih dalam kepada Tuhan.

Diambil dari cerita nyata..
Ada seorang bocah kelas 4 SD di suatu daerah di Milaor Camarine Sur, Filipina, yang setiap hari mengambil rute melintasi daerah tanah yang berbatuan dan menyeberangi jalan raya yang berbahaya dimana banyak kendaraan yang melaju kencang dan tidak beraturan.
Setiap kali berhasil menyebrangi jalan raya tersebut, bocah ini mampir sebentar ke Gereja tiap pagi hanya untuk menyapa Tuhan, sahabatnya.
Tindakannya ini selama ini diamati oleh seorang Pendeta yang merasa terharu menjumpai sikap bocah yang lugu dan beriman tersebut.
"Bagaimana kabarmu, Andy? Apakah kamu akan ke Sekolah?"
"Ya, Bapa Pendeta!" balas Andy dengan senyumnya yang menyentuh hati Pendeta tersebut.
Dia begitu memperhatikan keselamatan Andy sehingga suatu hari dia berkata kepada bocah tersebut, "Jangan menyebrang jalan raya sendirian, setiap kali pulang sekolah, kamu boleh mampir ke Gereja dan saya akan memastikan kamu pulang ke rumah dengan selamat."
"Terima kasih, Bapa Pendeta."
"Kenapa kamu tidak pulang sekarang? Apakah kamu tinggal di Gereja setelah pulang sekolah?"
"Aku hanya ingin menyapa kepada Tuhan.. sahabatku."
Dan Pendeta tersebut meninggalkan Andy untuk melewatkan waktunya di depan altar berbicara sendiri, tetapi pastur tersebut bersembunyi di balik altar untuk mendengarkan apa yang dibicarakan Andy kepada Bapa di Surga.
"Engkau tahu Tuhan, ujian matematikaku hari ini sangat buruk, tetapi aku tidak mencontek walaupun temanku melakukannya. Aku makan satu kue dan minum airku. Ayahku mengalami musim paceklik dan yang bisa kumakan hanya kue ini.
Terima kasih buat kue ini, Tuhan! Tadi aku melihat anak kucing malang yang kelaparan dan aku memberikan kueku yang terakhir buatnya.. lucunya, aku jadi tidak begitu lapar.
Lihat ini selopku yang terakhir. Aku mungkin harus berjalan tanpa sepatu minggu depan.Engkau tahu sepatu ini akan rusak, tapi tidak apa-apa..
paling
tidak aku tetap dapatpergi ke sekolah. Orang-orang berbicara bahwa kami akan mengalami musim panen yang susah bulan ini, bahkan beberapa dari temanku sudah berhenti sekolah, tolong Bantu mereka supaya bisa bersekolah lagi.
Tolong Tuhan.
Oh, ya..Engkau tahu kalau Ibu memukulku lagi. Ini memang menyakitkan, tapi aku tahu sakit ini akan hilang, paling tidak aku masih punya seorang Ibu.
Tuhan, Engkau mau lihat lukaku??? Aku tahu Engkau dapat menyembuhkannya, disini..disini.aku rasa Engkau tahu yang ini kan....??? Tolong jangan marahi ibuku, ya..?? dia hanya sedang lelah dan kuatir akan kebutuhan makan dan biaya sekolahku..itulah mengapa dia memukul aku.
Oh, Tuhan..aku rasa, aku sedang jatuh cinta saat ini. Ada seorang gadis yang sangat cantik dikelasku, namanya Anita. menurut Engkau, apakah dia akan menyukaiku??? Bagaimanapun juga paling tidak aku tahu Engkau tetap menyukaiku karena aku tidak usah menjadi siapapun hanya untuk menyenangkanMu. Engkau adalah sahabatku.
Hei.ulang tahunMu tinggal dua hari lagi, apakah Engkau gembira??? Tunggu saja sampai Engkau lihat, aku punya hadiah untukMu. Tapi ini kejutan bagiMu.
Aku berharap Engkau menyukainya. Oooops..aku harus pergi sekarang."
Kemudian Andy segera berdiri dan memanggil Pendeta .
"Bapa Pendeta..Bapa Pendeta..aku sudah selesai bicara dengan sahabatku, anda bisa menemaniku menyebrang jalan sekarang!"
Kegiatan tersebut berlangsung setiaphari, Andy tidak pernah absen sekalipun.
Pendeta Agaton berbagi cerita ini kepada jemaat di Gerejanya setiap hari Minggu karena dia belum pernah melihat suatu iman dan kepercayaan yang murni kepada Tuhan.. suatu pandangan positif dalam situasi yang negatif.
Pada hari Natal, Pendeta Agaton jatuh sakit sehingga tidak bisa memimpin gereja dan dirawat di rumah sakit. Gereja tersebut diserahkan kepada 4 wanita tua yang tidak pernah tersenyum dan selalu menyalahkan segala sesuatu yang orang lain perbuat. Mereka juga mengutuki orang yang menyinggung mereka.
Ketika mereka sedang berdoa, Andypun tiba di Gereja tersebut usai menghadiri pesta Natal di sekolahnya, dan menyapa "Halo Tuhan..Aku.."
"Kurang ajar kamu, bocah!!!tidakkah kamu lihat kalau kami sedang berdoa???!!! Keluar, kamu!!!!!"
Andy begitu terkejut,"Dimana Bapa Pendeta Agaton..??Seharusnya dia membantuku menyeberangi jalan raya. dia selalu menyuruhku untuk mampir lewat pintu belakang Gereja. Tidak hanya itu, aku juga harus menyapa Tuhan Yesus, karena hari ini hari ulang tahunNya, akupun punya hadiah untukNya.."
Ketika Andy mau mengambil hadiah tersebut dari dalam bajunya, seorang dari keempat wanita itu menarik kerahnya dan mendorongnya keluar Gereja.
"Keluar kamu, bocah!..kamu akan mendapatkannya!!!"
Andy tidak punya pilihan lain kecuali sendirian menyebrangi jalan raya yang berbahaya tersebut di depan Gereja. Lalu dia menyeberang, tiba-tiba sebuah bus datang melaju dengan kencang - disitu ada tikungan yang tidak terlihat pandangan. Andy melindungi hadiah tersebut didalam saku bajunya, sehingga dia tidak melihat datangnya bus tersebut. Waktunya hanya sedikit untuk menghindar.dan Andypun tewas seketika. Orang-orang disekitarnya berlarian dan mengelilingi tubuh bocah malang tersebut yang sudah tidak bernyawa lagi.
Tiba-tiba, entah muncul darimana ada seorang pria berjubah putih dengan wajah yang halus dan lembut, namun dengan penuh airmata dating dan memeluk bocah malang tersebut. Dia menangis.
Orang-orang penasaran dengan dirinya dan bertanya,"Maaf tuan..apakah anda keluarga dari bocah yang malang ini? Apakah anda mengenalnya?"
Tetapi pria tersebut dengan hati yang berduka karena penderitaan yang begitu dalam berkata,"Dia adalah sahabatku." Hanya itulah yang dikatakan.
Dia mengambil bungkusan hadiah dari dalam saku baju bocah malang tersebut dan menaruhnya didadanya. Dia lalu berdiri dan membawa pergi tubuh bocah tersebut, kemudian keduanya menghilang. Orang-orang yang ada disekitar tersebut semakin penasaran dan takjub..
Di malam Natal, Pendeta Agaton menerima berita yang sangat mengejutkan.
Diapun berkunjung ke rumah Andy untuk memastikan pria misterius berjubah putih tersebut. Pendeta itu bertemu dengan kedua orang tua Andy.
"Bagaimana anda mengetahui putra anda telah meninggal?"
"Seorang pria berjubah putih yang membawanya kemari." Ucap ibu Andy terisak.
"Apa katanya?"
Ayah Andy berkata,"Dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia sangat berduka. Kami tidak mengenalnya namun dia terlihat sangat kesepian atas meninggalnya Andy, sepertinya Dia begitu mengenal Andy dengan baik. Tapi ada suatu kedamaian yang sulit untuk dijelaskan mengenai dirinya. Dia menyerahkan anak kami dan tersenyum lembut. Dia menyibakkan rambut Andy dari wajahnya dan memberikan kecupan dikeningnya, kemudian Dia membisikkan sesuatu.
"Apa yang dikatakan?"
"Dia berkata kepada putraku.." Ujar sang Ayah. "Terima kasih buat kadonya.
Aku akan berjumpa denganmu. Engkau akan bersamaku." Dan sang ayah melanjutkan, "Anda tahu kemudian semuanya itu terasa begitu indah.. aku menangis tapi tidak tahu mengapa bisa demikian. Yang aku tahu.aku menangis karena bahagia..aku tidak dapat menjelaskannya Bapa Pendeta, tetapi ketika dia meninggalkan kami, ada suatu kedamaian yang memenuhi hati kami, aku merasakan kasihnya yang begitu dalam di hatiku.. Aku tidak dapat melukiskan sukacita dalam hatiku. aku tahu, putraku sudah berada di Surga sekarang.
Tapi tolong Bapa Pendeta .. Siapakah pria ini yang selalu bicara dengan putraku setiap hari di Gerejamu? Anda seharusnya mengetahui karena anda selalu di sana setiap hari, kecuali pada saat putraku meninggal.
Pendeta Agaton tiba-tiba merasa air matanya menetes dipipinya, dengan lutut gemetar dia berbisik,"Dia tidak berbicara kepada siapa-siapa... kecuali dengan Tuhan."
Semoga cerita diatas ada hikmah nya buat para pembaca sekalian...

Sumber: Cerita Kristen
Continue Reading

Piring Kertas untuk Bapak dan Ibu, tanda Cinta anak



AMSAL 23: 22 Dengarkanlah ayahmu yang memperanakkan engkau, dan janganlah menghina ibumu kalau ia sudah tua.

Ada seorang wanita tua yang lemah fisiknya. Ia seorang janda. Ia tinggal menumpang di rumah anaknya laki-laki. Anaknya ini sudah mempunyai isteri dan seorang anak perempuan yang masih kecil. Hari demi hai berlalu, keadaan wanita ini semakin lemah dimakan usia. Penglihatan dan pendengaraannya pun semakin berkurang. Kadang-kadang pada saat makan, ke dua tangannya gemetaran, sehingga tidak jarang sendok atau garpunya jatuh, bahkan piring makannya pun jatuh dan pecah. Anak dan menantunya jengkel melihat cara wanita tua itu makan, tetapi tidak mau menolongnya.

Pada suatu hari, setelah wanita tua itu menjatuhkan piring lagi, mereka saling berkata satu kepada yang lain ”Saya sudah tidak sabar melihat ibu seperti itu,” kata isterinya, ”Saya juga tidak mengerti bagaimana caranya memberi tahu dia,” sahut suaminya. Kemudian mereka mempunyai ide, yaitu menyediakan piring-piring kertas untuk tempat makan wanita tua itu. Setiap kali makan, wanita tua itu duduk memandang dengan mata kosong sambil mengeluarkan air mata. Kadang-kadang anak laki-laki dan menantunya berbicara kepadanya sementara ia makan, tetapi biasanya hanya untuk mengomelinya karena ia telah menjatuhkan sendok, garpu atau piringnya. ”Jangan menjatuhkannya lagi ya, makan saya jadi tidak enak,” demikian suara yang sering terdengar di telinga wanita tua itu.

Suatu malam, anak laki-laki dan isterinya serta anak mereka mendatangi sebuah resepsi pernikahan. Setelah beberapa acara dinikmati, tibalah saatnya untuk makan. Di situ disediakan piring-piring kertas untuk tempat buah-buahan atau kue. Beberapa saat kemudian terlihat gadis kecil anak mereka mengumpulkan piring-piring kertas bekas yang diletakkan sembarangan oleh para tamu undangan.
Orang tuanya dengan agak kesal bertanya, ”Apa yang sedang kamu lakukan?” ”Aku sedang mengumpulkan piring-piring kertas ini untuk bapak dan ibu, kalau nanti aku sudah besar, supaya tidak ada lagi piring-piring yang pecah” jelas gadis kecil itu.
Ke dua orang tuanya memandangi gadis kecil mereka selama beberapa waktu, lalu menangis.
Malam itu mereka cepat-cepat pulang untuk menemui ibu mereka dan memohon ampun dan maaf karena sikap mereka yang tidak bak selama ini. Sejak saat itu mereka melayani ibunya dengan kasih dan tidak lagi memberi piring kertas untunya ketika makan.

Menghormati orang tua adalah ketetapan Allah. Jika Anda masih memiliki orang tua, entah itu bapak atau ibu, hormati, hargai dan rawatlah supaya Anda diberkati.
Jika Anda tidak mempunyai orang tua lagi, perhatikan kehidupan orang-orang yang sudah tua dan tidak berdaya, terutama janda-janda di lingkungan Anda, dan Allah akan memperhatikan kehidupan Anda.

Hormatilah ayahmu dan ibumu, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, supaya lanjut umurmu dan baik keadaanmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu. (Ulangan 5:16)

sumber : http://gmimtiberiaskiniar.blogspot.com
Continue Reading

Free Download Lagu Natal Toraja



Tak terasa tahun ini kembali kita akan merayakan moment yang di tunggu2 yaitu hari Natal. Postingan kali ini diskususkan untuk anda yang ingin melewatkan hari natal ini dengan lagu natal Toraja. Sebelum di download lagunya jangan lupa berdoa supaya downloadnya cepat dan  lancar.


Trio Sapari - Bu'tumo Arrang Mala'bi'

Trio Sapari - Saemo Yesu' Pelakbak 

Yobel Singer's - Salama' Natalku

Daniel Tandirogang - _Salama' Natal

KASENDEAN KAPUA (Lagu Natal)


Terima kasih atas kunjungan anda.Maaf  Stok lagunya masih terbatas. 

Selamat Hari Natal dan Selamat Menyongsong Tahun Baru 01 Januari 2014

Damai diBumi, Damai diHati. Biarlah Damai dan Kasih Kristus serta Sukacita Natal menyertai hari hari kita. God Bless You on Christmas Day. Keep On Fire.



Continue Reading
Desain By. Martin Limbonk Allo. Diberdayakan oleh Blogger.